Perencanaan dan Penambangan Batubara


Salam Tambang , Salam Gali-Gali

PERENCANAAN TAMBANG
Perencanaan atau planning adalah penentuan persyaratan teknik untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan yang sangat penting serta urutan teknis pelaksanaannya. Oleh sebab itu perencanaan merupakan gagasan pada saat awal kegiatan untuk menetapkan apa dan mengapa harus dikerjakan, oleh siapa, kapan, dimana dan bagaimana melaksanakannya.
Perencanaan tambang  (mine planning) dapat mencakup kegiatan-kegiatan prospeksi, eksplorasi, studi kelayakan (feasiblty study) yang dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan  (AMDAL ),persiapan penambangan dan konstruksi prasarana  (insfasrukture), serta sarana (facilities) penambangan, kesehatan dan keselamatan kerja  (K3), dan pemantauan lingkungan hidup.
Ada berbagai macam dalam perencanaan antara lain:
·         Perencanaan jangka panjang, yaitu suatu perencanaan kegiatan yang jangka waktunya lebih dari 5 tahun secara berkesinambungan.
·         Perencanaan jangka menengah, yaitu suatu perencanaan kerja untuk jangka waktu antara 1-5 tahun.
·         Perencanaan jangka pendek, yaitu suatu perencanaan aktivitas untuk jangka waktu kurang dari setahun demi kelancaran perencanaan jangkamenengah dan jangka  panjang.
·         Perencanaan penyangga atau alternative : bagaimanapun baiknya suatu perencanaan telah disusun, kadang- kadang karena kemudian terjadi hal-hal tak terduga atau ada perubahan data dan informasi atau timbul hambatan yang sulit diatasi, sehingga dapat menyebabkan kegagalan, maka harus diadakan perubahan dalam perencanannya.

PERANCANGAN TAMBANG
Rancangan atau design adalah penetuan persyaratan, spesifikasi,dan kriteria teknik yang rinci dan pasti untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan serta urutan teknis pelaksanaannya. Di industry pertambangan juga dikenal rancangan tambang (mine design) yang mencakup pula kegiatan – kegiatan seperti yang ada pada perencanaan tambang, tetapi semua data dan informasi sudah rinci.
Pada umumnya ada dua tingkat rancangan yaitu:
·         Rancangan konsep (conceptual design): yaitu suatu rancangan awal atau titik tolak rancangan yang dibuat atas dasar analisis dan perhitungan secara garis besar dan baru dipandang dari beberapa segi ruang terpenting, kemudian akan dikembangkan agar sesuai dengan keadaan (condition) sebenarnya.
·         Rancangan rekayasa atau rekacipta (engineering design), adalah suatu rancangan lanjutan dari rancangan konsep yang disusun dengan rinci dan lengkap berdasarkan data dan informasi hasil penelitian laboratorium serta literatur lengkap.
Rancangan konsep pada umumnya digunakan untuk perhitungan teknis dan penentuan ukuran kegiatan sampai tahap studi kelayakan (feasibility study), sedangkan rancangan rekayasa (rekacipta) dipakai sebagai dasar acuan atau pegangan dari pelaksanaan kegiatan sebenarnya dilapangan yang meliputi rancangan batas akhir tambang, tahapan penambangan (mining stagel, mining phases pushback), penjadwalan produksi dan material buangan (waste). Rancangan rekayasa tersebut biasanya juga diperjelas menjadi rancangan bulanan, mingguan dan harian.

 MACAM-MACAM TAMBANG TERBUKA BATUBARA
Pengelompokan jenis-jenis tambang terbuka batubara didasarkan pada letak endapan, dan alat-alat mekanis yang dipergunakan. Teknik penambangan pada umumnya dipengaruhi oleh kondisi geologi dan topografi daerah yang akan ditambang.
Jenis-jenis tambang terbuka batubara dibagi menjadi :
1)     Contour mining
Contour mining cocok diterapkan untuk endapan batubara yang tersingkap di lereng pegunungan atau bukit. Cara penambangannya diawali dengan pengupasan tanah penutup (overburden) di daerah singkapan di sepanjang lereng mengikuti garis ketinggian (kontur), kemudian diikuti dengan penambangan endapan batubaranya. Penambangan dilanjutkan ke arah tebing sampai dicapai batas endapan yang masih ekonomis bila ditambang.
Contour mining dibagi menjadi beberapa metode, antara lain :
·       Conventional contour mining
Pada metode ini, penggalian awal dibuat sepanjang sisi bukit pada daerah dimana batubara tersingkap.  
Pemberaian lapisan tanah penutup dilakukan dengan peledakan dan pemboran atau menggunakan dozer dan ripper serta alat muat front end leader, kemudian langsung didorong dan ditimbun di daerah lereng yang lebih rendah (Gambar 1). Pengupasan dengan contour stripping akan menghasilkan jalur operasi yang bergelombang, memanjang dan menerus mengelilingi seluruh sisi bukit. 

·         Block-cut contour mining
           Pada cara ini daerah penambangan dibagi menjadi blok-blok penambangan yang bertujuan untuk mengurangi timbunan tanah buangan pada saat pengupasan tanah penutup di sekitar lereng. Pada tahap awal blok 1 digali sampai batas tebing (highwall) yang diijinkan tingginya. Tanah penutup tersebut ditimbun sementara, batubaranya kemudian diambil. Setelah itu lapisan blok 2 digali kira-kira setengahnya dan ditimbun di blok 1. Sementara batubara blok 2 siap digali, maka lapisan tanah penutup blok 3 digali dan berlanjut ke siklus penggalian blok 2 dan menimbun tanah buangan pada blok awal.Pada saat blok 1 sudah ditimbun dan diratakan kembali, maka lapisan tanah penutup blok 4 dipidahkan ke blok 2 setelah batubara pada blok 3 tersingkap semua. Lapisan tanah penutup blok 5 dipindahkan ke blok 3, kemudian lapisan tanah penutup blok 6 dipindahkan ke blok 4 dan seterusnya sampai selesai (Gambar 2). Penggalian beruturan ini akan mengurangi jumlah lapisan tanah penutup yang harus diangkut untuk menutup final pit.

Gambar 1. Conventional Contour Mining

 Gambar 2 Block-Cut Contour Mining


·         Haulback contour mining
Metode haulback ini (Gambar 3 dan 4) merupakan modifikasi dari konsep block-cut, yang memerlukan suatu jenis angkutan overburden, bukannya langsung menimbunnya. Jadi metode ini membutuhkan perencanaan dan operasi yang teliti untuk bisa menangani batubara dan overburden secara efektif.


Ada tiga jenis perlatan yang sering digunakan, yaitu :
      -   Truk atau front-end loader
    -   Scrapers
      -   Kombinasi dari scrapers dan truk

  Gambar 3 Teknik Haulback Truck dengan menggunakan Front-End Loader

 Gambar 4 Haulback dengan menggunakan kombinasi scraper dan truk

(Chioronis, 1987)

 

·         Box-cut contour mining
Pada metode box-cut contour mining ini (Gambar 5) lapisan tanah penutup yang sudah digali, ditimbun pada daerah yang sudah rata di sepanjang garis singkapan hingga membentuk suatu tanggul-tanggul yang rendah yang akan membantu menyangga porsi terbesar dari tanah timbunan.
 Gambar 5 Metode Box-Cut Contour Mining (Chioronis, 1987)

1)    Mountaintop removal method
Metode mountaintop removal method ini (Gambar 6) dikenal dan berkembang cepat, khususnya di Kentucky Timur (Amerika Serikat). Dengan metode ini lapisan tanah penutup dapat terkupas seluruhnya, sehingga memungkinkan perolehan batubara 100%.
Gambar 6 Mountaintop Removal Method
(Chioronis, 1987)

3)   Area mining method
Metode ini diterapkan untuk menambang endapan batubara yang dekat permukaan pada daerah mendatar sampai agak landai. Penambangannya dimulai dari singkapan batubara yang  mempunyai lapisan dan tanah penutup dangkal dilanjutkan ke yang lebih tebal sampai batas pit.
      Terdapat tiga cara penambangan area mining method, yaitu :

a.    Conventional area mining method
Pada cara ini, penggalian dimulai pada daerah penambangan awal sehingga penggalian lapisan tanah penutup dan penimbunannya tidak terlalu mengganggu lingkungan. Kemudian lapisan tanah penutup ini ditimbun di belakang daerah yang sudah ditambang 


b.    Area mining with stripping shovel
Cara ini digunakan untuk batubara yang terletak 10–15 m di bawah permukaan tanah. Penambangan dimulai dengan membuat bukaan berbentuk segi empat. Lapisan tanah penutup ditimbun sejajar dengan arah penggalian, pada daerah yang sedang ditambang. Penggalian sejajar ini dilakukan sampai seluruh endapan tergali 

c.    Block area mining
Cara ini hampir sama dengan conventional area mining method, tetapi daerah penambangan dibagi menjadi beberapa blok penambangan. Cara ini terbatas untuk endapan batubara dengan tebal lapisan tanah penutup maksimum 12 m. Blok penggalian awal dibuat dengan bulldozer. Tanah hasil penggalian kemudian didorong pada daerah yang berdekatan dengan daerah penggalian 



4)        Open pit Method
Metode ini digunakan untuk endapan batubara yang memiliki kemiringan (dip) yang besar dan curam. Endapan batubara harus tebal bila lapisan tanah penutupnya cukup tebal.  
a.    Lapisan miring
Cara ini dapat diterapkan pada lapisan batubara yang terdiri dari satu lapisan (single seam) atau lebih (multiple seam). Pada cara ini lapisan tanah penutup yang telah dapat ditimbun di kedua sisi pada masing-masing pengupasan (Gambar 10).
 
Gambar 10 Open Pit Method pada lapisan miring (Hartman, 1987)       
 
b.    Lapisan tebal
Pada cara ini penambangan dimulai dengan melakukan pengupasan tanah penutup dan penimbunan dilakukan pada daerah yang sudah ditambang. Sebelum dimulai, harus tersedia dahulu daerah singkapan yang cukup untuk dijadikan daerah penimbunan pada operasi berikutnya (Gambar 11).
Pada cara ini, baik pada pengupasan tanah penutup maupun penggalian batubaranya, digunakan sistem jenjang (benching system).


 Gambar 11. Open Pit Method  pada lapisan tebal (Hartman, 1987)
 
PUSHBACK PENAMBANGAN
Tahapan   tambang   atau   biasa   disebut           pushback   adalah   bentuk -bentuk penambangan yang menunjukkan bagaimana suatu pit akan ditambang, dari titik awal hingga ke bentuk akhir pit. Tujuan dari pembuatan  pushback ini, yaitu  untuk membagi seluruh volume yang ada dalam pit ke dalam unit -unit   perencanaan yang lebih  kecil  sehingga  lebih  mudah  ditangani.  Tahapan -tahapan  penambangan  yang dirancang secara baik akan  memberikan akses ke semua daerah kerja yang cukup untuk operasi peralatan yang efisien.
Dalam merancang tahapan tambang adanya suatu kriteria -kriteria  (Irwandy Arif, 2002) diantaranya seperti di bawah berikut :
a.  Harus cukup lebar agar peralatan tambang dapat bekerja dengan baik. Lebar pushback minimum 10-100m.
b.  Memperhatikan sekurang -kurangnya memiliki sat u jalan angkut untuk setiap pushback, dengan memperhitungkan jumlah material yang terlibat dan memungkinkannya akses keluar.  Jalan angkut ini  harus menunjukkan  pula akses ke seluruh permukaan kerja.
c.   Penambahan jalan pada suatu pushback akan mengurangi leba r daerah kerja.
d.  Tambang tidak akan pernah sama bentuknya dengan rancangan tahap -tahap penambangan,  karena  dalam  kenyataanya  beberapa   pushback  dapat  saja dikerjakan secara bersamaan.

SUMBER
Chioronis, Nicholas P, 1987, Coal Age Operating Handbook of Coal Surface Mining and Reclamation, Vol. 2, Mc Graw-Hill, Inc, New York, 10020.
Crawford, Hustrulid, 1979, Open Pit Mine and Design, SME-AIME, New York.
Hartman, H.L, 1987, Introductory Mining Engineering. Wiley, New York.
Irwandy Arif.,2002, Buku Ajar Perencanaan Tambang, ITB, Bandung.
Puslitbang Teknologi Mineral, Edisi 3, 2000, Ensiklopedi Pertambangan, Bandung.





 

Comments
0 Comments

0 komentar: (+add yours?)

Poskan Komentar